Rabu, 29 Februari 2012

" Analisa Sidik Jari " oleh Elsa Salsabila, Sabtu, 3 Maret 2012










Program Berbagi | "Analisa Sidik Jari" oleh Elsa Salsabila

Sabtu, 3 Maret 2012, pukul 14.00 WIB - selesai

@s.14, Jl. Sosiologi no. 14, komp. Perum UNPAD Cigadung Bandung 40191

Terbuka Untuk Umum, Gratis

Bagi teman-teman, ibu/bapak/saudara/i, adik2 kecil, yang masih penasaran dengan bakat dan talentanya, mari bergabung bersama kami !


Apa Analisa Sidik Jari?

http://testsidikjari.blogspot.com


Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Analisa sidik jari adalah satu metode yang dipergunakan untuk memperoleh gambaran tentang cara kerja otak seseorang yang memperlihatkan potensinya yang dibawa dari lahir atau potensi genetik. Atau dengan kata lain, secara awam lagi disebut gambaran asli atau sifat asli atau bakat alam seseorang. Jadi bukan melihat masa depan seseorang.

Untuk anak-anak dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi dan pemilihan sekolah yang sesuai. Dengan memperoleh gambaran yang tepat mengenai anak, orang tua bisa memberikan stimulasi yang tepat untuk anak. Dengan demikian, Analisa sidik jari adalah salah satu alat yang lebih bersifat prediktif potensi, bukan sebagai alat diagnosa perilaku aktual. Bukan pula alat test dan alat vonis untuk mengukur kecerdasan seseorang.

Apakah potensi dan potensi apa saja yang tergambar dari sidik jari?

Potensi, menurut sumber informasi dari Psikolog Pusat lembaga kami, Ibu Efnie Indriani, M.Psi, artinya semua kemampuan yang dibawa oleh individu sejak lahir.

Inilah beberapa gambaran potensi tentang anak yang bisa diketahui dari analisa sidik jari :

1. Kecenderungan karakter bawaan sejak lahir

2. Cara kerja otak dalam menangkap informasi

3. Cara kerja otak yang berkaitan dengan proses pemberian respon

4. Potensi bakat

5. Gaya belajar

6. Gaya bekerja

7. Potensi bakat

8. Tipe atau jenis pekerjaan yang relevan dengan kepribadian

9. Gaya berpikir

10. Potensi daya tahan terhadap stres

11. Tahapan belajar.

12. Cara menstimulasi belajar.

Dengan metode Analisa Sidik Jari, sedini mungkin anak sudah bisa diperiksa. Sejak tahun 1685 Guard Bidloo menemukan bahwa sidik jari terbentuk di usia kandungan 13 minggu, yang pertumbuhannya bersamaan dengan pertumbuhan otak. Lalu kapan analisis sidik jari dapat dilakukan? Mulai dari bayi berusia 3 bulan sampai dengan lanjut usia.



Elsa Salsabila, lahir di Bogor, 26 Mei 1979, seorang Ibu dari 2 anak. Menyelesaikan kuliah Sastra Jepang-Universitas Indonesia, langsung terjun di Bidang Pendidikan, memiliki bimbingan belajar anak, pertama kali berkecimpung di analisa sidik jari karena ingin mengetahui potensi bawaan lahir anaknya sendiri, sehingga pada Desember 2008 menyelenggarakan seminar pendidikan di Pamulang, Tangerang Selatan. Bekerja sama dengan berbagai sekolah dari Umum-Inklusi-berkebutuhan khusus. Sejak 2008 - 2012 Cabang Finger Print Analysis yang dipegangnya melayani klien sekitar 1500 klien baik itu perorangan maupun institusi (sekolah sampai lembaga perbankan seperti CIMB Niaga, Erlangga Publisher).


Selasa, 31 Januari 2012

OBSERVATORY OF THE SELF version 1.2

s.14 invitation | 5th February - 4th March 2012


Opening
Saturday, 4th February 2012, at 3 pm
officiated by Natasha Sidharta
Music Performance by TEMAN SEBANGKU
@ Jl. Sosiologi no. 14, Komp.Perum UNPAD Cigadung Bandung

s.14 Library Program | 5th February - 4th March 2012
6 to 5 a drawing by Asti Goenawan
7" a video documentation of Sara Nuytemans's work (2004-2009)


Meditation Flash Mob
Sunday, 5th February 2012 at 8 am
Car Free Day Dago Bandung
(update info, join FB : Meditation Flash Mob Bandung)


A good example of a Meditation Flash Mob is to watch here:
http://www.youtube.com/watch?v=PyG0gxF24Sk


Bedah Karya & Kopi Sore | Sunday, 5th February 2012 at 2 pm
a creative process sharing by Sara Nuytemans & Asti Goenawan

@ Jl. Sosiologi no. 14, Komp.Perum UNPAD Cigadung Bandung

Program Berbagi |
Saturday, 3rd March 2012 at 2 pm - done
" Finger Print Analysis " by Elsa Salsabila
@ Jl. Sosiologi no. 14, Komp.Perum UNPAD Cigadung Bandung



We will also proud to launch our s.14 Library!
be our library member by only Rp. 100.000,-/year and get 10 % discount for any s.14 products and public workshop. The first 100 member will get a cool pocket bag!


http://www.perpustakaans14.webatu.com/



ALL PROGRAMS are FREE and OPEN FOR PUBLIC !

Gallery & Library open everyday, by appointment
Monday closed.





Observatory of the Self version 1.2

oleh Sara Nuytemans


Observatorium ini merupakan bagian dari serangkaian karya baru berjudul Observatorium Diri. Seri ini adalah ruang atau instalasi yang membantu Anda mengerti esensi sang diri. Anda dibukakan terhadap hal-hal yang lebih besar dalam hubungan dengan yang lebih tinggi - Tuhan, atau makna hidup, atau alam semesta, atau diri itu sendiri. Ruang diatur seperti planetarium, di mana penonton direpresentasikan sebagai matahari di pusat, dengan planet-planet dan bulan yang berputar di sekitarnya.


Untuk rangkaian karya dengan Observatorium diri, Sara sudah membuat dua (2) karya sebelumnya; Observatory of the Self version 1.1, dimana ia membuat instalasi interaktif dengan obyek kinetik tadi dan Obsevatory of the Self version 2.1, dimana ia membuat obyek kinetik yang dipakai di kepala

manusia, ia menggunakan cermin bulat yang mengelilingi kepala kita sama halnya dengan ide planetarium dalam ruangan, tetapi ini di ruang publik dan siapa saja boleh mencobanya, as performer. Dalam pameran kali ini, ia membuat versi baru dari ruang planetarium dengan obyek yang berbeda.



untuk melihat karya sebelumnya dapat dilihat pada link berikut;


http://vimeo.com/32952671

http://www.saranuytemans.net/projects/obser11/obser11.html



Selain pameran tunggal Sara Nuytemans, tema pada program bulan Februari 2012 ini adalah mengenai " Diri", bagaimana kita mengenal diri kita dengan cara yang lain. Di perpustakaan s14, videolab menampilkan video dokumentasi proses perjalanan kekaryaan Sara Nuytemans (2004-2009) dalam program 7", selain itu dalam program 6 to 5 menampilkan drawing dari Asti Goenawan, yang juga berbicara tentang dirinya melalui sapuan pensil di atas kertas.



Sebagai bentuk dedikasinya terhadap publik, Sara mencoba mengajak publik untuk mencoba "Meditation Flash Mob", cara berkumpul bersama melakukan meditasi di ruang publik dengan cara duduk memejamkan mata selama 20 menit untuk memasuki jiwa kita, siapapun anda dan apapun anda, bebas untuk melakukan meditasi ini.


Dilengkapi dengan program "Bedah Karya dan Kopi Sore" bersama Sara Nuytemans dan Asti Goenawan untuk berbagi mengenai proses kekaryaan mereka, apa ide-konsep di balik karya-karya yang mereka buat. Diakhiri dengan presentasi khusus dari "Analisa Sidik Jari" dari Elsa Salsabila yang berbicara tentang potensi atau bakat di dalam diri kita melalui pembacaan sidik jari.


Dan di awal tahun 2012 ini, s.14 akan membuka kelas reguler Drawing untuk Publik, dimulai untuk Anak-anak yang juga mengikuti tema setiap pameran yang ada, sebagai bentuk apresiasi dan pengenalan lebih jauh apa yang ada dalam dirinya dan di luarnya. Semoga program kali ini dapat membuka semangat baru dengan mengenal 'diri' dengan cara yang lain.


Ucapan terima kasih banyak kami haturkan kepada teman kami yang ikut memeriahkan kegiatan kami dengan karya musik mereka dari Teman Sebangku ( Doly Harahap dan Sarita) dan CompromisedEGO, lalu dukungan dari Natasha Sidharta, Andri Siahaan/Pedro (MIL Print), Adel dan Ririen (Koedeloes Frozen Brownies), Uchuk (SUAVE Magazine), Syauqy Lukman (BELIA), dan Radio Sindo.



Mari berapresiasi, kawan!

Salam hangat,

Keluarga s.14



Profil Singkat :




Our new Boards at s.14 Management in 2012 ;


Jumat, 09 Desember 2011

PHOTO SESSION, BEDAH KARYA & KOPI SORE

Program s.14 : Minggu, 11 Desember 2011


PHOTOGRAPHY PROJECT no. 1,
a photo session simulation from "The Calling" by Malcolm Smith
Open for public, free
start 10 am - done

BEDAH KARYA & KOPI SORE,
Presentasi karya dan diskusi bersama Laurs Oscar Osman
Open for public, Free
start 2 pm - done


Lets have a cup of tea or coffee and enjoy the sunday with us!, -s.14



Jumat, 18 November 2011

THE CALLING by Malcolm Smith, 19 November - 11 December 2011






































The Calling

By Malcolm Smith

19 November – 11 December 2011


The Calling is a term that has several meanings, depending on the context. When I was a kid, my mum told me that people who became a nun or a priest had received The Calling. I was fascinated by this idea, not because I wanted to become a priest, or because I was particularly religious, but because I loved the idea of a supernatural event where the clouds would suddenly part, golden beams of light would shine down, and my destiny would be revealed to me. I’m still waiting for that moment.

Today The Calling has a more general meaning. People whose lives are devoted to charitable work, or science, or art for example, often describe themselves as having felt The Calling. For these people The Calling requires selflessness and devotion. It’s very different from Ambition, which implies self-will and self-advancement.

Perhaps I felt The Calling when I decided to create these works (although admittedly, it was not quite so spectacular as I imagined it’d be when I was a kid). I had no real plan or agenda at the time; it just felt right, so I set myself to the task. I built the set (the wall with the window in it) and collected the telephones, furniture and plastic flowers from various junk shops. At times it was quite laborious and time consuming and I was aware that I was putting an awful lot of work into creating photographs that were a strange simulation of something very mundane – still life images reminiscent of suburban homes from previous decades. But that’s what happens when you feel The Calling; you just do what you know needs to be done, and try not to think too much about the outcome.

November 2011.

Malcolm Smith



OPENING : Saturday, 19 November 2011, 2 pm
Artist Talk before the Opening
officiated by Ibu Tuti Ardilla


s.14 LIBRARY PROGRAM //19 Nov - 11 Dec 2011 :
6 to 5 a drawing by Laurs Oscar Osman
7" a video compilation by Laurs Oscar Osman









BEDAH KARYA & KOPI SORE :
A creative process presentation from Laurs Oscar Osman
Sunday, 4 December 2011, 4 pm - done

PUBLIC WORKSHOP :
"Photography Project no. 1" by Malcolm Smith
a photo session in a custom made background

Open for Public, Free

Sunday, 11 December 2011, start 10 am - done



Artists Short Profile :




Malcolm Smith, an artist and curator from Sydney, Australia who is currently based in Yogyakarta. His recent curatorial projects include Certificate no. 000358/ at Sangkring Artspace and Galeri Soemardja (2011), and The Lake at the Australian Centre for Photography and Lake Macquarie City Art Gallery (2010). From 2007 – 2010 Malcolm was the Program Manager at the Australia Centre for Photography.





Laurs Oscar Osman, lahir pada 17 Oktober 1982, merupakan mahasiswa Anthropologi UNPAD. Dalam perjalanannya, ia lebih aktif melakukan pekerjaan editing video dan disela-sela waktunya ia senang menggambar, membuat coretan dalam kertas-kertas bekas. Pernah berpameran untuk Bandung New Emergence 2 (BNE #2) dan Post-Psychedelic di Selasar Sunaryo Art Space, berpameran bersama di IF Venue pada tahun 2006.


Selasa, 19 Juli 2011

NO NEED TO ARGUE, 23 Juli - 3 September 201



















"No Need to argue"- The Cranberries, mengingatkan saya akan 3 instalasi karya yang akan dihadirkan yaitu "Hypocritical Line", "Connection" dan "Journal". Perjalanan mengenali diri sendiri melalui Seni. Seni bagi saya ; ".....u're always be,special to me, special to me " .


Juli 2011,

Mia Diwasasri


Sejak lama seni dimanfaatkan sebagai instrumen atau saran individu untuk mengenali identitas. Kendati demikian, tak jarang seniman sampai pada sebuah pemahaman bahwa seni tidak selamanya menunjukkan arah yang stabil dalam soal tersebut. Kenyataan inilah yang membuat karya-karya seni mencerminkan sebuah simtom akan keterbelahan identitas. Maka tidak heran apabila identitas yang terbelah ini diidap seniman dan, alih-alih ditolak, seniman justru merayakannya. Impuls dari musik, dorongan bahwa sadar, kebimbangan-kebimbangan dalam mencermati identitas menjadikan karya-karya dalam pameran ini akhirnya bisa kita nilai sebagai “psikobiografi” Mia. Dengan begitu, Mia tidak saja mengungkap pengalaman-pengalamannya dalam menjalani kehidupan, tetapi karya-karyanya juga merupakan provokasi dan /atau suatu proyeksi fantasi tak sadar yang berusaha memberi arti pada pengalaman estetikanya. Akan tetapi, semua itu dilakukan, sedemikian rupa, sehingga kualitas formal dari pengalaman-nya terhadap bentuk, tekstur, dan warna menjadi apa yang kemudian kita alami sebagai sumber perasaan yang paling mengganggu dan cenderung neorotik. Oleh karena itu, dalam beberapa hal, karya-karyanya mengubah realitas menjadi fantasi sekaligus halusinatif.

Dalam kasus ini, karya-karya Mia mengajak kita memikirkan kembali soal “pengalaman keindahan” dari sisi yang lain, yaitu apa yang disebut dengan “pengalaman keburukan” di mana harapan akan keindahan secara radikal terganggu. Bukannya resonansi, tetapi disonansi. Harmoni dan keutuhan diganti oleh konflik dan disintegrasi. Dengan kata lain, “pengalaman keburukan” adalah aspek dari pengalaman yang mengarah ke gangguan atau menghancurkan struktur formal atau pengalaman estetika (keindahan). Cara melihat dari sisi yang lain ini membuat kita mewaspadai gejala-gejala penciptaan seni di Indonesia, yaitu bahwa tidak semua seni yang diciptakan bertujuan untuk mencapai nilai akan keindahan. Bahwa akan selalu ada seni-seni yang menghadirkan rasa cemas dan mengganggu pemirsanya.


Aminudin TH Siregar.


Agenda Pameran ;

Bone Apetit : Jumat, 22 Juli 2011, Pukul 19.30 WIB, undangan khusus.

Opening : Sabtu, 23 Juli 2011, Pukul 15.00 WIB, terbuka untuk UMUM

Workshop Anak : Minggu, 7 Agustus 2011, pukul 11.00 -13.00 WIB

"Workshop Cat Air " bersama Mia Diwasasri (Undangan Khusus)


Selama pameran NO NEED TO ARGUE, ruang perpustakaan s.14 juga mempunyai beberapa program berikut;

6 to 5 : Pameran Drawing " BENCI MENUNGGU " oleh Anto Arief









7 " : Kompilasi video dari Isha Hening









Bedah Karya dan Kopi Sore bersama Isha Hening & Anto Arief;

Minggu, 7 Agustus 2011, Pukul 15. 00 WIB - selesai ( Buka Puasa Bersama )

Program 6 to 5 adalah program pameran gambar/drawing bulanan pada ruang kosong di sudut ruang perpustakaan s.14 berukuran 60 cm x 50 cm, terbuka untuk Umum. Kerjasama dengan Videolab (http://videolab.blogspot.com) menghasilkan program 7" yaitu program screening karya video bulanan pada Layar LCD DVD 7 inch yang terpasang pada salah satu sudut ruang perpustakaan s.14, terbuka untuk Umum.

Ruang pamer s.14 dan ruang perpustakaan s.14 buka setiap hari, Selasa - Jumat, 10.00 WIB - 17.00 WIB, Sabtu dan Minggu by appointment, Senin TUTUP.


Profil Seniman ;

Mia Diwasasri, dimana nama sebelum menikah Mia Sumiarni, lahir di Bandung, 5 Mei 1975. Lulus dari FSRD ITB jurusan Seni Keramik pada tahun 1999. Pernah menjadi staff pengajar asisten FSRD ITB 1999-2001. Aktif bekerja dan mengikuti beberapa workshop seperti bekerja pada studio Heyi Makmun pada 1997-1997 sebagai tim elemen estetik, pada 1998 mengikuti workshop manajemen seni bersama Christine Clark dari Queensland Gallery, Australia, pada 1997 – 2001 membuka workshop keramik untuk umum. Sejak 2000 sampai saat ini bekerja pada Mahidhara Creative Consultant, pengajar Club Drawing Titik Oranje, lalu menjadi fasilitator paruh waktu khusus Bidang Seni pada Autism Syndrome Disorder dan sejenisnya.



Anto Arief, lahir di Jakarta, 10 Februari 1979. Lulus dari Desain Produk FSRD ITENAS Bandung, adalah vokalis/gitars yang sedang dalam proses merilis debut album bandnya ‘70’s Orgasm Club’. Pernah bekerja pada beberapa lembaga seperti Senior Editor RIPPLE Magazine, desainer CELTIC/MONIK, SCANDAL Studio, dan penyiar OZ Radio Bandung. Selain itu ia juga aktif menulis di blognya dan websitenya. Belakangan mencoba aktif berkarya dan berpameran setelah project Groovin Mixtape Project-nya dipamerkan di Belanda bulan Mei kemarin.





Isha Hening lahir di Jakarta, 3 Agustus 1986 merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual – Multimedia FSRD ITB 2004. Dikenal sebagai motion graphis designer / VJ director Jakarta. Aktif mengikuti screening sejak tahun 2007 – saat ini; One

Minute Video 2007, Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2008, V International Women Film Festival 2010, Creative Video Battle LFM ITB 2009, Nu Substance 2009: Resonance Exhibition, Goelali Children's Film Festival 2009, I've Seen Film International Film Festival 2009 Italy, Festival Film Pendek Konfiden (Konfiden Short Film Festival) 2009, Lagu Gambar Gerak Roadshow 2010. Selain itu ia juga aktif melakukan proyek di gigs dan live performance dan beberapa proyek video musik.






Selasa, 31 Mei 2011

RECONFIGURING, 5th June - 3rd July 2011










“ Menanggapi kenyataan, Mendaur ulang gagasan “

( Rini Chairin Hayati, 27 Mei 2011)


Sejak tahun 2008, saya sudah mengajak Ibu Rini Chairin Hayati atau biasa dikenal dengan panggilan Mimi, untuk berpameran di ruang s.14. Sebagai sosok senior, dan seniman generasi tahun 1970an, saya merasa terhormat sehingga saat ini Ibu Rini dapat merealisasikan pameran tunggalnya di ruang s.14. Selama tiga (3) bulan, persiapan pameran ini direncanakan, dari ide Ibu Rini untuk membuat instalasi sebuah kolam ikan, drawing kesehariannya, ataupun cetak grafis lainnya yang memungkinkan untuk di ekplorasi. Pada akhirnya satu bulan terakhir, Ibu Rini menemukan gagasannya pada sebuah karya instalasi lamanya.


Instalasi karyanya pada pameran Eksplorasi Medium Eksplorasi Gagasan di Bentara Budaya Jakarta, 2002 berjudul “ Pohon Mainan” yang menjadi acuan gagasannya untuk mengeksplorasi media baru baginya, yaitu fotografi. Beliau memotret segala arah pandang dari instalasinya untuk mendapatkan ‘gambar’ baru yang menarik, realitas baru baginya. Lalu beliau menemukan gagasan untuk melukisnya kembali di atas kanvas dari hasil potret tadi. Akhirnya terdapat tiga (3) karya yang terkait satu dengan lainnya, yaitu eksplorasi instalasi pohon mainan yang di respon sesuai ruang pamer, lalu fotografi dan lukisan baru dari obyek utama pohon mainan tersebut. Sebuah pemaknaan baru terhadap karya lama dan menjadi proses kreatif baru bagi Ibu Rini yang mengatakan ia sangat antusias dengan penemuannya ini.


Ketika dikaitkan dengan ide awalnya pada Pohon Mainan, yang mengkritik keadaan lingkungan alam saat ini, saya melihat sesuatu realitas baru dari karya final Ibu Rini untuk pameran saat ini। Sebuah pesan dan potret yang mungkin akan dihadapi oleh sejumlah manusia di dunia ini ; Memotret yang pernah Hidup di masa sekarang sebagai memori di masa depan. Sebuah realitas baru dimana mungkin ketika alam sudah kehilangan pohon-pohonnya, kita tetap bisa melihat keindahannya dalam pohon mainan, memori fotonya ataupun lukisan mengenainya. Melalui karya Ibu Rini, semoga kita semua bisa menikmatinya sebagai suatu gagasan mengenai keindahan sekaligus kritik terhadap keadaan alam saat ini.


Dalam Program Perpustakaan s.14, terdapat karya gambar dari Sandy Rismantojo, seorang dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Maranatha Bandung, yang juga mempunyai ketertarikan di bidang fesyen. Karya drawingnya yang ditampilkan adalah salah satu proses sketsa dari karya fesyennya. Ia terkenal dengan karya fesyen yang lucu dan eksperimental. Lalu program pemutaran video pada LCD 7 inch kali ini menampilkan karya video seniman Jepang bernama Kazuya Takagawa, yang kebetulan karya-karyanya juga mengenai sebuah gagasan lama yang di rekonstruksi ulang menjadi gagasan baru. Pernyataan Ibu Rini mengenai menanggapi kenyataan, mendaur ulang gagasan menjadi tema yang terkait untuk ketiga karya kali ini.



Selamat Berapresiasi,

s.14


Opening :

Sunday, 5th June 2011, 2 pm, will be officiated by AD Pirous

An artist talk and discussion will be a start before the opening, moderated by Aminudin TH Siregar


“Kupu-kupu hinggap di Bajuku” : Stitching a butterfly print on T-Shirt

Kids Workshop by Chairin Hayati ,

Rp. 60.000,-/person (including material)

Saturday, 2nd July 2011 at 10 am – done

Contact : Herra (by sms to +62 815 73737138)


Program Liburan Kreativitas Anak #1

“Eksplorasi Kertas Daur Ulang” : Easy Origami, Paper Mache, Paper Mozaic, Paper Collage, Recycle Paper Handmade, a demo the making of Daluang Paper.

13th June – 8th July 2011, every Mon-Wed-Fri, 250.000 IDR (including material)

Contact : Herra (by sms to +62 815 73737138)


“Ruang Kreativitas “ by Dik Doank

Friday, 24th June 2011 at 2 pm – done

Open for public, for those people who interest on alternative public education.

Contact : Herra (+62 8157373 7138)



s.14 Library Program, 5 June – 3 July 2011;

6 to 5 : a fashion drawing by Sandy Rismantojo

7 “ : a video compilation by Kazuya Takagawa (Japan)





Artist Short Profiles;


Chairin Hayati lahir di Tasikmalaya, 11 Maret 1948. Lulus dari FSRD ITB jurusan Seni Grafis pada tahun 1973 dan aktif berkarya baik itu pameran seni maupun bekerjasama dengan desainer interior untuk proyek elemen estetis baik itu di dalam dan luar negeri. Aktif mengembangkan kerajinan di berbagai daerah di Indonesia bekerjasama dengan perindustrian. Beberapa pameran yang diikuti sejak tahun 2000 sampai saat ini;”Setengah Abad Seni Grafis” –Bentara Budaya Jakarta (2000), ”Tentang Wanita”-Galeri Bandung (2001), “Woman in the realm of Spirituality”-Galeri Nasional, Universitas Gregoriana-Rome, “Ekplorasi Medium Eksplorasi Gagasan”-Bentara Budaya Jakarta (2002), “Interpelasi”,CP Biennale-Galeri Nasional (2003), Jakarta Biennale (2006), “Manifesto”-Galeri Nasional (2008), “Middelbare Akte”-Galeri Soemardja (2010), “Tribute to Sudjojono”-Selasar Sunaryo Art Space (2010).



Kazuya Takagawa lahir di Kumamoto, Jepang Selatan pada tahun 1986. Saat ini sedang menjalani studi Master di Tokyo Arts University. Beberapa pameran dan proyek seni yang telah diikutinya adalah Yarimizu Rendezvous/ Kanagawa (2007), WATARASE Art Project 2007/Gunma, WATARASE Art Project 2008 / Gunma, Contenue art project 2008 / Nigata, AIHARA OYAMA Art project / Tokyo (2008), Cabbage Patch Gallery / Kanagawa (2009), Contenue art project 2009 / Nigata, “Students would not be a party argues that the inevitability of life” / Kichijoji (2009), ZOKEI Exhibition / Tokyo (2010), 0DATE Art Project / Akita Odatecity (2010), Self knowledge conplex / Kagurazaka (2010), “ AT THIS JUNCTURE “ / Tokyo / 3331 Arts Chiyoda (2011). Saat ini ia berkunjung ke Bandung untuk riset mengenai seni media baru, ia adalah teman Wiyoga Muhardanto, seniman muda Bandung yang pada awal 2011 menjalani residensi di Jepang.



Sandy Rismantojo, yang biasa dipanggil Cemenk adalah lulusan dari Desain Komunikasi Visual FSRD ITB 1993, ia raih gelar masternya di Pratt Institute, New York. Sejak tahun 1994 sampai 2008, ia bekerja sebagai desainer dan stylist untuk SERIEUS BAND, ia juga pernah mengambil magang di Donna Karan New York (DKNY) International, New York, USA. Sejak tahun 2002 – saat ini menjadi senior graphic designer di Imagenation Design Incorporated, Bandung yang berubah namanya menjadi Bandung Design Gallery (.bdg). Ia juga pemilik sekaligus desainer fesyen untuk CMNK Studio yang berdiri sejak 2003 untuk menghasilkan karya fashion yang unik, eksperimental, wearable, dan fun. Diawali dari design kostum untuk Seurieus hingga akhirnya berkembang menjadi studio yang bertujuan untuk selalu menciptakan karya yang avantgarde. Dalam bekerja paruh waktunya pada Edward Hutabarat, ia pun pernah menjadi Juara II pada kompetisi fashion eksperimental ‘Iketeru harajuku’ yang diadakan oleh The Japan Foundation, Jakarta. Saat ini aktif menjadi dosen sekaligus Sekertaris Jurusan S-1 Desain Komunikasi Visual Universitas Maranatha Bandung.