Kamis, 15 Maret 2012

LIVING ROOM, 18 Maret - 15 April 2012





LIVING ROOM

where private meets public

an interactive installation by Papermon Puppet Theatre


Konsep dari Living Room adalah where private meets public, interaktif public terhadap karyanya langsung sebagai ruang yang hidup dan tumbuh. Karya hasil akhir dari residensi di kota Koganecho ini adalah kisah yang kami olah dari kota tersebut. Kota Koganecho adalah area red light district sejak paska Perang Dunia II, yang akhirnya mulai dibersihkan sejak tahun 2005. Pemerintah Yokohama dan komunitas di kota tersebut percaya bahwa seni dapat digunakan sebagai alat pembawa perubahan. Bekas hostel menjadi studio seniman, coffee shop, toko buku bekas, galeri seni yang disewakan dengan harga sangat murah.Tema living room ini disodorkan oleh host kami di Koganecho, yang kemudian kami respon berdasarkan kisah yang ada di kota tersebut. Secara teknis, karya ini akan merespon ruangan dan dibuat sebagai karya instalasi boneka interaktif, dimana beberapa karya yang dipamerkan bisa dimainkan oleh pengunjung pameran. ( Februari 2012, Ria Papermoon & Iwan Effendi)

Syukur alhamdulillah atas kehadirat ilahi, karena berkat beliau kita masih diberikan kesempatan untuk beraktivitas, berbagi, berkumpul dalam rangkaian kegiatan kali ini. Keluarga s.14 sangat berbahagia karena pada bulan Maret-April 2012 ini dapat menghadirkan PAPERMOON PUPPET THEATRE secara keseluruhan dari ruang pamer utama dan perpustakaan; site spesific installation interactive, drawing, dan video dokumentasi dari perjalanan petunjukan mereka yang telah dilakukan. Hal ini dapat membukakan pemahaman kita terhadap perkembangan kelompok teater boneka melalui karya-karya dan artefaknya yang dipamerkan juga dengan sengaja merespon rak buku di ruang perpustakaan. Selain itu, mereka khusus mempersiapkan pertunjukan kecil yang diberikan saat pembukaan pameran yang menjadikan apresiasi kita semakin lengkap. Sebagai bentuk dedikasinya kepada publik, Papermoon Puppet Theatre ini membuat ‘puppet workshop’ untuk guru-guru PG/TK/SD.

Membawa judul pameran “Living Room” yang telah mereka elaborasi saat residensinya di Koganecho, Yokohama, Jepang, singkatnya mereka hendak berbicara mengenai ruang yang hidup dan tumbuh, dimana mereka merespon ruang-ruang sterilisasi di kota tersebut. Berangkat dari sana pulalah, sebuah pemahaman mengenai ruang tumbuh itu sendiri menjadi ide untuk mengudang tulisan lama Sundea Belaka yang berjudul “ A Story about Living” (2010) yang menyoal keseharian, penghargaannya terhadap lingkungan sekitar seperti burung, manusia, bunga dan ruang itu sendiri yang saling menghidupi satu dan lainnya. Lalu pada kesempatan ini pula kami mengundang Gustaff Harriman Iskandar (Common Room Foundation) untuk berbagi cerita dan pengalamannya dalam mengelola perkembangan Common Room sebagai ruang publik yang tumbuh berkembang dari 2001- saat ini. Tidak lupa, Papermoon Puppet Theatre sendiri akan berbagi pengalaman residensinya di Koganecho bersama teman-teman dari Raden Patah 12. Diakhiri dengan program Kajian Pustaka sebagai bagian dari program perpustakaan s.14 untuk mengkaji masalah ruang spiritualitas dari Bapak Amrizal Salayan, staff pengajar FSRD ITB.

Semua rangkaian kegiatan ini tentunya tidak lepas dari keinginan untuk berbagi mengenai pengalaman hidup, ilmu, keahlian melalui apresiasi visual, diskusi umum, presentasi, workshop dan menjadikannya ruang-ruang baru yang hidup dan tumbuh menjadi ruang pemahaman diri dan lingkungan sekitarnya, lebih jauh tentang diri-NYA.

Selamat berapresiasi!

keluarga s.14


Rangkaian Program s.14 | 18 Maret - 15 April 2012

opening | Sunday, 18 March 2012 at 4 pm - done

Artist Talk & Mini Performance by Papermoon Puppet Theatre

(Puppeter : Ria Papermoon & Iwan Effendi, Music : Amanda Mita )

s.14 Library Program | 18 March - 15 April 2012

6 to 5 : a drawing by Iwan Effendy

7” : a video documentation of Papermoon Puppet Theatre

Kajian Pustaka : Ruang Spiritualitas (tentative) tutored by Amrizal Salayan (for s.14 library member only)

Public Program | Wed-Thu, 21-22 March 2012

“ Puppet Workshop “ by Ria Papermoon

(for Playgroup/Kindergarten/Pre-school Teacher)

Program Berbagi | Saturday, 7 April 2012 at 2 pm

“ Common Room 2001-2012 “ by Gustaff Harriman Iskandar

* Special Presentation | Monday, 19 March 2012 at 4 pm

“ Residensi : perjalanan ke dalam kepala manusia “, sharing pengalaman Papermoon Puppet Theatre

@ Galeri Gerilya, Jl. Raden Patah no. 12 Bandung


all programs except* held at s.14, jl. Sosiologi no. 14 Komp. perum UNPAD Cigadung Bandung

art space & library open Tuesday-Friday, 10 am - 5 pm, Monday closed, Sat & Sun by appointment. contact : +62 815 7373 7138




Rabu, 29 Februari 2012

" Analisa Sidik Jari " oleh Elsa Salsabila, Sabtu, 3 Maret 2012










Program Berbagi | "Analisa Sidik Jari" oleh Elsa Salsabila

Sabtu, 3 Maret 2012, pukul 14.00 WIB - selesai

@s.14, Jl. Sosiologi no. 14, komp. Perum UNPAD Cigadung Bandung 40191

Terbuka Untuk Umum, Gratis

Bagi teman-teman, ibu/bapak/saudara/i, adik2 kecil, yang masih penasaran dengan bakat dan talentanya, mari bergabung bersama kami !


Apa Analisa Sidik Jari?

http://testsidikjari.blogspot.com


Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Analisa sidik jari adalah satu metode yang dipergunakan untuk memperoleh gambaran tentang cara kerja otak seseorang yang memperlihatkan potensinya yang dibawa dari lahir atau potensi genetik. Atau dengan kata lain, secara awam lagi disebut gambaran asli atau sifat asli atau bakat alam seseorang. Jadi bukan melihat masa depan seseorang.

Untuk anak-anak dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi dan pemilihan sekolah yang sesuai. Dengan memperoleh gambaran yang tepat mengenai anak, orang tua bisa memberikan stimulasi yang tepat untuk anak. Dengan demikian, Analisa sidik jari adalah salah satu alat yang lebih bersifat prediktif potensi, bukan sebagai alat diagnosa perilaku aktual. Bukan pula alat test dan alat vonis untuk mengukur kecerdasan seseorang.

Apakah potensi dan potensi apa saja yang tergambar dari sidik jari?

Potensi, menurut sumber informasi dari Psikolog Pusat lembaga kami, Ibu Efnie Indriani, M.Psi, artinya semua kemampuan yang dibawa oleh individu sejak lahir.

Inilah beberapa gambaran potensi tentang anak yang bisa diketahui dari analisa sidik jari :

1. Kecenderungan karakter bawaan sejak lahir

2. Cara kerja otak dalam menangkap informasi

3. Cara kerja otak yang berkaitan dengan proses pemberian respon

4. Potensi bakat

5. Gaya belajar

6. Gaya bekerja

7. Potensi bakat

8. Tipe atau jenis pekerjaan yang relevan dengan kepribadian

9. Gaya berpikir

10. Potensi daya tahan terhadap stres

11. Tahapan belajar.

12. Cara menstimulasi belajar.

Dengan metode Analisa Sidik Jari, sedini mungkin anak sudah bisa diperiksa. Sejak tahun 1685 Guard Bidloo menemukan bahwa sidik jari terbentuk di usia kandungan 13 minggu, yang pertumbuhannya bersamaan dengan pertumbuhan otak. Lalu kapan analisis sidik jari dapat dilakukan? Mulai dari bayi berusia 3 bulan sampai dengan lanjut usia.



Elsa Salsabila, lahir di Bogor, 26 Mei 1979, seorang Ibu dari 2 anak. Menyelesaikan kuliah Sastra Jepang-Universitas Indonesia, langsung terjun di Bidang Pendidikan, memiliki bimbingan belajar anak, pertama kali berkecimpung di analisa sidik jari karena ingin mengetahui potensi bawaan lahir anaknya sendiri, sehingga pada Desember 2008 menyelenggarakan seminar pendidikan di Pamulang, Tangerang Selatan. Bekerja sama dengan berbagai sekolah dari Umum-Inklusi-berkebutuhan khusus. Sejak 2008 - 2012 Cabang Finger Print Analysis yang dipegangnya melayani klien sekitar 1500 klien baik itu perorangan maupun institusi (sekolah sampai lembaga perbankan seperti CIMB Niaga, Erlangga Publisher).


Selasa, 31 Januari 2012

OBSERVATORY OF THE SELF version 1.2

s.14 invitation | 5th February - 4th March 2012


Opening
Saturday, 4th February 2012, at 3 pm
officiated by Natasha Sidharta
Music Performance by TEMAN SEBANGKU
@ Jl. Sosiologi no. 14, Komp.Perum UNPAD Cigadung Bandung

s.14 Library Program | 5th February - 4th March 2012
6 to 5 a drawing by Asti Goenawan
7" a video documentation of Sara Nuytemans's work (2004-2009)


Meditation Flash Mob
Sunday, 5th February 2012 at 8 am
Car Free Day Dago Bandung
(update info, join FB : Meditation Flash Mob Bandung)


A good example of a Meditation Flash Mob is to watch here:
http://www.youtube.com/watch?v=PyG0gxF24Sk


Bedah Karya & Kopi Sore | Sunday, 5th February 2012 at 2 pm
a creative process sharing by Sara Nuytemans & Asti Goenawan

@ Jl. Sosiologi no. 14, Komp.Perum UNPAD Cigadung Bandung

Program Berbagi |
Saturday, 3rd March 2012 at 2 pm - done
" Finger Print Analysis " by Elsa Salsabila
@ Jl. Sosiologi no. 14, Komp.Perum UNPAD Cigadung Bandung



We will also proud to launch our s.14 Library!
be our library member by only Rp. 100.000,-/year and get 10 % discount for any s.14 products and public workshop. The first 100 member will get a cool pocket bag!


http://www.perpustakaans14.webatu.com/



ALL PROGRAMS are FREE and OPEN FOR PUBLIC !

Gallery & Library open everyday, by appointment
Monday closed.





Observatory of the Self version 1.2

oleh Sara Nuytemans


Observatorium ini merupakan bagian dari serangkaian karya baru berjudul Observatorium Diri. Seri ini adalah ruang atau instalasi yang membantu Anda mengerti esensi sang diri. Anda dibukakan terhadap hal-hal yang lebih besar dalam hubungan dengan yang lebih tinggi - Tuhan, atau makna hidup, atau alam semesta, atau diri itu sendiri. Ruang diatur seperti planetarium, di mana penonton direpresentasikan sebagai matahari di pusat, dengan planet-planet dan bulan yang berputar di sekitarnya.


Untuk rangkaian karya dengan Observatorium diri, Sara sudah membuat dua (2) karya sebelumnya; Observatory of the Self version 1.1, dimana ia membuat instalasi interaktif dengan obyek kinetik tadi dan Obsevatory of the Self version 2.1, dimana ia membuat obyek kinetik yang dipakai di kepala

manusia, ia menggunakan cermin bulat yang mengelilingi kepala kita sama halnya dengan ide planetarium dalam ruangan, tetapi ini di ruang publik dan siapa saja boleh mencobanya, as performer. Dalam pameran kali ini, ia membuat versi baru dari ruang planetarium dengan obyek yang berbeda.



untuk melihat karya sebelumnya dapat dilihat pada link berikut;


http://vimeo.com/32952671

http://www.saranuytemans.net/projects/obser11/obser11.html



Selain pameran tunggal Sara Nuytemans, tema pada program bulan Februari 2012 ini adalah mengenai " Diri", bagaimana kita mengenal diri kita dengan cara yang lain. Di perpustakaan s14, videolab menampilkan video dokumentasi proses perjalanan kekaryaan Sara Nuytemans (2004-2009) dalam program 7", selain itu dalam program 6 to 5 menampilkan drawing dari Asti Goenawan, yang juga berbicara tentang dirinya melalui sapuan pensil di atas kertas.



Sebagai bentuk dedikasinya terhadap publik, Sara mencoba mengajak publik untuk mencoba "Meditation Flash Mob", cara berkumpul bersama melakukan meditasi di ruang publik dengan cara duduk memejamkan mata selama 20 menit untuk memasuki jiwa kita, siapapun anda dan apapun anda, bebas untuk melakukan meditasi ini.


Dilengkapi dengan program "Bedah Karya dan Kopi Sore" bersama Sara Nuytemans dan Asti Goenawan untuk berbagi mengenai proses kekaryaan mereka, apa ide-konsep di balik karya-karya yang mereka buat. Diakhiri dengan presentasi khusus dari "Analisa Sidik Jari" dari Elsa Salsabila yang berbicara tentang potensi atau bakat di dalam diri kita melalui pembacaan sidik jari.


Dan di awal tahun 2012 ini, s.14 akan membuka kelas reguler Drawing untuk Publik, dimulai untuk Anak-anak yang juga mengikuti tema setiap pameran yang ada, sebagai bentuk apresiasi dan pengenalan lebih jauh apa yang ada dalam dirinya dan di luarnya. Semoga program kali ini dapat membuka semangat baru dengan mengenal 'diri' dengan cara yang lain.


Ucapan terima kasih banyak kami haturkan kepada teman kami yang ikut memeriahkan kegiatan kami dengan karya musik mereka dari Teman Sebangku ( Doly Harahap dan Sarita) dan CompromisedEGO, lalu dukungan dari Natasha Sidharta, Andri Siahaan/Pedro (MIL Print), Adel dan Ririen (Koedeloes Frozen Brownies), Uchuk (SUAVE Magazine), Syauqy Lukman (BELIA), dan Radio Sindo.



Mari berapresiasi, kawan!

Salam hangat,

Keluarga s.14



Profil Singkat :




Our new Boards at s.14 Management in 2012 ;


Jumat, 09 Desember 2011

PHOTO SESSION, BEDAH KARYA & KOPI SORE

Program s.14 : Minggu, 11 Desember 2011


PHOTOGRAPHY PROJECT no. 1,
a photo session simulation from "The Calling" by Malcolm Smith
Open for public, free
start 10 am - done

BEDAH KARYA & KOPI SORE,
Presentasi karya dan diskusi bersama Laurs Oscar Osman
Open for public, Free
start 2 pm - done


Lets have a cup of tea or coffee and enjoy the sunday with us!, -s.14



Jumat, 18 November 2011

THE CALLING by Malcolm Smith, 19 November - 11 December 2011






































The Calling

By Malcolm Smith

19 November – 11 December 2011


The Calling is a term that has several meanings, depending on the context. When I was a kid, my mum told me that people who became a nun or a priest had received The Calling. I was fascinated by this idea, not because I wanted to become a priest, or because I was particularly religious, but because I loved the idea of a supernatural event where the clouds would suddenly part, golden beams of light would shine down, and my destiny would be revealed to me. I’m still waiting for that moment.

Today The Calling has a more general meaning. People whose lives are devoted to charitable work, or science, or art for example, often describe themselves as having felt The Calling. For these people The Calling requires selflessness and devotion. It’s very different from Ambition, which implies self-will and self-advancement.

Perhaps I felt The Calling when I decided to create these works (although admittedly, it was not quite so spectacular as I imagined it’d be when I was a kid). I had no real plan or agenda at the time; it just felt right, so I set myself to the task. I built the set (the wall with the window in it) and collected the telephones, furniture and plastic flowers from various junk shops. At times it was quite laborious and time consuming and I was aware that I was putting an awful lot of work into creating photographs that were a strange simulation of something very mundane – still life images reminiscent of suburban homes from previous decades. But that’s what happens when you feel The Calling; you just do what you know needs to be done, and try not to think too much about the outcome.

November 2011.

Malcolm Smith



OPENING : Saturday, 19 November 2011, 2 pm
Artist Talk before the Opening
officiated by Ibu Tuti Ardilla


s.14 LIBRARY PROGRAM //19 Nov - 11 Dec 2011 :
6 to 5 a drawing by Laurs Oscar Osman
7" a video compilation by Laurs Oscar Osman









BEDAH KARYA & KOPI SORE :
A creative process presentation from Laurs Oscar Osman
Sunday, 4 December 2011, 4 pm - done

PUBLIC WORKSHOP :
"Photography Project no. 1" by Malcolm Smith
a photo session in a custom made background

Open for Public, Free

Sunday, 11 December 2011, start 10 am - done



Artists Short Profile :




Malcolm Smith, an artist and curator from Sydney, Australia who is currently based in Yogyakarta. His recent curatorial projects include Certificate no. 000358/ at Sangkring Artspace and Galeri Soemardja (2011), and The Lake at the Australian Centre for Photography and Lake Macquarie City Art Gallery (2010). From 2007 – 2010 Malcolm was the Program Manager at the Australia Centre for Photography.





Laurs Oscar Osman, lahir pada 17 Oktober 1982, merupakan mahasiswa Anthropologi UNPAD. Dalam perjalanannya, ia lebih aktif melakukan pekerjaan editing video dan disela-sela waktunya ia senang menggambar, membuat coretan dalam kertas-kertas bekas. Pernah berpameran untuk Bandung New Emergence 2 (BNE #2) dan Post-Psychedelic di Selasar Sunaryo Art Space, berpameran bersama di IF Venue pada tahun 2006.