Kamis, 20 November 2014






































s.14 : Rilis Pameran | Press Release


Pameran Tunggal Adhya Ranadireksa
A Solo Exhibition by Adhya Ranadireksa
Si Tintin Positif


Adhya Ranadireksa kembali memamerkan karya-karya terbarunya dengan judul Si Tintin Positif yang diolah dari berbagai karakter dalam komik Tintin. Ia membangun sebuah gerai kecil di ruang galeri s.14 yang “menjajakan” hasil kreasinya berdasarkan komik Tintin. Bermula dari kegemarannya pada cerita petualangan wartawan karangan Hergé ini dan keinginannya untuk mengoleksi, Adhya menyadari mahalnya benda-benda dagangan resmi (merchandise) yang berhubungan dengan Tintin itu. Ia kemudian berpikir untuk memproduksinya sesuai dengan imajinasinya sendiri namun tetap bertolak dari karakter-karakter di dalam komik. Gagasannya itu kemudian berkembang. Adhya “mempermainkan” tanda-tanda yang telah dikenal sebelumnya. Dengan memparodikan sejumlah adegan dalam komik tersebut berupa patung, poster, kaos, fotografi, Adhya membangun tanda-tanda baru atas Tintin. Tak hanya itu, dalam pameran ini Adhya juga menambahkan suatu “aspek yang sangat khusus” dibalut dengan humor kecut yang khas. Karya-karyanya berhasil keluar dari sekedar plesetan biasa. Karena itu, dengan memajukan “aspek” tersebut, Adhya semakin memperkaya metafor karya-karyanya. Melalui rekonstruksi “merchandise Tintin” ini, karya Adhya mengajak kita untuk mendiskusikan kembali hal-hal tentang orientalisme, politik kapitalisme global, fenomena jihad dan Islam, serta menyoroti kemunafikan suatu kaum.

Adhya Ranadireksa returns with his latest work, si Tintin Positif (the Positive Tintin) based on various characters from the Tintin comics. He has built a small booth in the s.14 art space that “offers” his creations based on Tintin. It began with his love for the adventure stories of the reporter; created by Herge, and when he wanted to collect all things related to Tintin, he realized how expensive official merchandise is. He then thought of produving them himself with his own imagination, but still using the characters in the comic as a basis. Thie idea expanded- Adhya “manipulated” the previously known signs. By doing a parody of various scenes in the comic in the form os sculptures, posters, t-shirts, and photography. Adhya built new signs upon the Tintin story. Not only that, Adhya also added a “very spesific aspect” in this exhibition, wrapped in a unique bitter humor. His work has succeeded in transcending the usual parodies. Therefore, by putting forward that “aspect”, Adhya enriches the metaphors in his work. Through a reconstruction of Tintin merchandise, Adhya asks us to revisit issues about orientalism, global capitalist politics, the phenomenon of Jihad and Islam, and highlight the hypocrisy of groups.


 Profil Seniman


 Lahir dan besar di Bandung, Adhya Ranadireksa menamatkan studinya di Instituto Europeo Design di Roma, Italia (1994-1997). Ia mengambil studi utama fotografi still-life. Sekembalinya ke tanahair, Adhya beberapa kali mendirikan studio dan ruang untuk mengekplorasi fotografi, baik pengembangan teknik maupun wacananya, antara lain: Studio CREATORIVM Commercial Photo & Graphic Design, Hypnosis photography agency keduanya di Jakarta. Dia juga turut membentuk kelompok Illuminati yang fokus pada ekplorasi dan eksperimen fotografi kontemporer. Karya-karya Adhya telah dipamerkan baik di tingkat nasional dan internasional. Saat ini ia mengajar sebagai dosen fotografi di UNPAS Bandung.


Born and raised in Bandung, Adhya Ranadireksa completed his studies at Europeo Design in Rome, Italy (1994-1997), where he majored in still life photography. After returning to Indonesia, Adhya has built studios and spaces several times to explore photography, whether it be for technical development or discourse, among them : CREATORIVM commercial photo & graphic design, and Hypnosis photography agency, both in Jakarta. He has also taken part in the illumintai group, which focuses on exploration and experimentation of contemporary photography. Adhya’s work has been exhibited on the national and International level. He is a lecturer in Photography UNPAS, Bandung.



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------









RANGKAIAN PROGRAM 29 NOVEMBER – 29 DESEMBER 2014

Pembukaan Pameran :
Sabtu, 29 November 2014, pukul 14.00 WIB – selesai

Berbagi Cerita :
Tentang Tintin bersama Seno Gumira Ajidarma
Jumat, 12 Desember 2014, pukul 14.00 WIB – selesai
Terbuka untuk UMUM dan GRATIS,
RSVP : Sufty +6285793100953

Public Workshop :
3 Days Workshop on Sculpting & Still Life Photography
bersama Adhya Ranadireksa
19 – 21 Desember 2014
Peserta Terbatas (Remaja & Dewasa),
Biaya Peserta Workshop Rp. 300.000,- (UMUM), Rp. 250.000,- (Member Perpustakaan s14), biaya sudah termasuk bahan/material workshop dan sertifikat.

Bedah Karya & Kopi Sore :
Berbagi inspirasi Proses Kreatif di balik karya Tintin
Bersama :
Adhya Ranadireksa, seniman fotografi
Hari Prasetyo (hariprast), desainer/ilustrator Jokotintin untuk Demokreatif
Sabtu, 20 Desember 2014 | Pukul 14.00 WIB - selesai

Kajian Pustaka #8 :
MEDIA ALTERNATIF bersama Edwin Jurriens
Sabtu, 27 Desember 2014 | Pukul 14.00 WIB – selesai
Terbuka untuk UMUM dan GRATIS,
RSVP : Fajar +62 8211899 1931



Rangkaian Program ini didukung oleh : 
ILLUMINASI
RUNA PALAR
CHANDRA PHOTO
demokreatif
Contemporary Arts Bdg.
www.laughonthefloor.com
Khazanah Pikiran Rakyat
www.ketjilbergerak.org
PROVOKE magazine


Detail info program :
+62 8157373 7138
FB : Ruang Depan
FB : Perpustakaans14
Twitter : @sosiologi14


Tidak ada komentar:

Posting Komentar